Posted by : as shofwah Rabu, 27 Maret 2013

Selamat Natal !!
Boleh kah??


Assalamualaikum Wr.Wb. Ingatkah sobat ketika pada saat  kita masih sekolah dulu, kebetulan teman-teman dan guru di sekolah kita tidak semuanya muslim. Saat idul fitri kemaren mereka rame-rame mengucapkan selamat Idul Fitri kepada kita, dan ketika mereka merayakan natal bolehkah kita mengucapkan SELAMAT NATAL kepada mereka?

Selamat Natal !!!
Emang apa sih salahnya ngucapin selamat natal? Kan hati kita tetep yakin bahwa Islam itu benar,  lagipula itu kan bentuk toleransi..  apa sih efek dari ucapan yang kecil itu??

Barangkali itu yang terbesit di hati sobat ketika datang hari natal.. pas lebaran, kaum nasrani bilang selamat lebaran, eh..  pas natal masa kita ga bales, kaya ga tau terima kasih aja.. (iya nggak?).

Toleransi, Memang kita banyak nggak faham tentang adab gaul ama orang di luar agama kita. Islam mengajarkan kita untuk toleran, menjaga harta dan jiwa kaum kafir dzimmi (non muslim yang tidak memerangi islam dan tunduk pada  pemerintahan islam).
Lihat deh..
betapa  berat ancaman yang disabdakan Rasul bagi  yang mengganggu kafir dzimmi tanpa sebab. Dalam suatu hadits disebutkan :

 
Artinya :
“Barang siapa yang membunuh seorang mu`ahad (kafir yang memiliki perjanjian keamanan dengan islam) maka ia tidak akan mencium wangi surga, dan
sesungguhnya wangi s urga tercium dari jarak 40 tahun perjalanan
(HR B ukhari, 5914)

Waah kalau nyium bau surga aja nggak, lha terus gimana mau masuk surga? manakutkan to?? Dalam berinteraksi dengan non muslim kita tetep dianjurkan berbuat baik, bahkan kalau perlu jenguk mereka ketika mereka sakit, silaturahim ke rumah mereka, ngelayat, jual beli, dan muamalah lain bersama mereka, tapi ada juga batesan toleransi itu, seperti larangan ngucap salam, doa dan hal-hal lain yang berhubungan dengan agama. Batasan ini ada karena kita dituntut untuk tidak meridhai kekafiran, karena ridho dengan kekafiran sama artinya dengan ridho jika Allah disekutukan di muka bumi.
Apa Itu Natal !!!
Natal diyakini oleh penganut Nasrani sebagai hari kelahiran Yesus yang dalam Islam disebut Nabi Isa as. Setiap muslim yakin bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah. Sesuai dengan pengakuan Nabi Isa dalam Al Quran :


hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (QS. Maryam :30)
Tapi Anggapan kaum nasrani mengenai Nabi Isa nggak sama dengan pandangan kita, mereka yakin Nabi Isa (Yesus) adalah anak Tuhan. Yakin bahwa Tuhan punya keturunan adalah bentuk kekufuran yang nyata dan melenceng jauh dari faham tauhid yang kita yakini. Lagi pula sebenarnya nggak ada yang tahu secara pasti kapan Nabi Isa lahir, pengambilan tanggal 25 desember sebagai hari lahir Isa sendiri, mereka ambil dari adat kaum penyembah berhala, perayaan Brumalia (25 Desember) merupakan perayaan kaum kafir pagan sebagai lanjutan perayaan Saturnalia (17-24 desember). Perayaan ini dibikin deket akhir tahun buat nyambut
matahari baru.

Versi lain menyatakan begini, perayan ini berawal, pada waktu itu para pastur umat
katholik memasuki wilayah Romawi (yang waktu itu menyembah dewa dan berhala) untuk mengajarkan misi gerejanya. Namun mereka tidak mendapat sambutan positif, mereka menolak ajaran katholik dengan alasan mereka takut
kehilangan perayaan pesta akhir tahun yang mereka rayakan setiap tanggal 25 Desember untuk merayakan lahirnya dewa matahari. Penolakan mereka terhadap katholik mendapat solusi karena mereka berhasil mengajak kaisar Konstantin yang waktu itu menjadi penguasa untuk memeluk Agama Katholik. Kemudian hal ini berubah menjadi kepentingan politik Romawi untuk menjajah Jerman (panjang kalau kita mbahas tentang ini), kemudian dengan tegas Kaisar Konstantin menyatakan kepada rakyatnya bahwa tidak ada alasan untuk menolak katholik, karena Yesus pun juga dilahirkan pada 25 Desember sebagaimana Dewa Matahari. (Nah lo)..

Mendengar hal ini umat romawi pun berduyun-duyun memasuki katholik, mereka
berkesimpulan bahwa Yesus adalah keturunan Dewa Matahari. Makanya semua atribut Dewa Matahari saat ini juga digunakan menjadi atribut Yesus. Salah satunya,
coba kamu perhatikan patung salib Yesus, di belakangnya ada semacam bentuk lingkaran, tau nggak apa maksudnya?? Itu adalah simbol dewa Matahari, dan banyak lagi simbol lainnya.
Nah.. Mulai saat itulah gereja Roma menyatakan bahwa tanggal 25 Desember adalah
hari Perayaan Natal yang mereka tetapkan sebagai hari raya. Padahal, al kitab (bibel) mereka sendiri nggak pernah ngajarin Perayaan model gini. Di buku Catholic Encyclopedia edisi 1911, dalam judul “Christmas” tertulis begini, “chritsmas was not among the earliest festivals of church? The first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calend gravitated to Christmas” “Natal bukanlah di antara upacara-upacara awal gereja, Bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.” wah wah wah,,, ternyata gitu ya.

Terus gimana hukumnya ?
Begini sobat muslim, kalau dalam Kristen yang asli sendiri nggak terbukti ada yang
namanya natalan, terus apa perlunya kita ngucapin selamat natal ?

Kalaupun mereka tetep ngotot meyakini itu sebagai hari lahir Tuhan mereka (Karena ikut pandangan kaum pagan) tetep aja, kita dilarang ngucapin selamat natal. Memang kebanyakan sobat menganggap ini adalah hal yang sepele, tetapi meskipun keliatan remeh ternyata ucapan itu memiliki implikasi yang besar. Ketika kita ngucapin “selamat natal” pada seorang nasrani, ia akan merasa pandangannya diakui, berarti secara tidak langsung kita telah mendukung pandangan mereka (yang yakin tuhan punya anak). Bahkan jika ucapan tersebut secara sadar dibarengi dengan keridhaan pada pandangan mereka, ini bisa menghantarkan pengucapnya kepada kekafiran (Naudzu Billah), karena ridho dengan kekufuran adalah kufur.. Ngucapin selamat natal juga merupakan bentuk tasyabuh (menyerupai) mereka, padahal Rasulullah pernah bersabda :

 

 “Setiap orang yang meniru-niru suatu kaum, maka orang tersebut termasuk di dalamnya.” (HR Abu Dawud, 4033)

Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda :


”Setiap orang yang meramaikan suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut,
dan barangs iapa yang ridho dengan perbuatan seseorang maka ia bersekutu
dalam amalnya” (HR Dailami, 5621)


Kalau kita ikut ramein Natal berarti kita dianggap sama dengan mereka, atau kalau kita ridha dengan perayaan natal berarti kita dianggap sama dengan orang yang ngerayain natal itu sendiri. Ada ga sih yang rela begitu?
Kesimpulan
“Tapi kan nggak enak ama temen-temen?” Coba tanyakan pada hati kamu, yang kamu cari tuh ridha Allah atau ridha makhluk? Jelas dong kita harus lebih mendahulukan Ridha Allah daripada ridha mahkluk meskipun itu orang-tua kita. Apalagi ridha orang yang berada di luar agama kita. Coba renungkanlah hadits berikut :

 
Artinya :
“Seorang hamba berbicara dengan perkataan yang diridhai Allah ia anggap remeh, kemudian Allah mengangkat derajatnya, dan seorang hamba berbicara dengan
perkataan yang dimurkai Allah yang ia anggap remeh kemudian ia dimasukkan ke dalam neraka” (HR Bukhari, 113)

Nah.. dari sini semua perbuatan kita harus dimulai, setiap kata dan perbuatan yang mau dilakukan seharusnya kita Tanya dulu di hati kita masing-masing.
Apakah Allah ridho kalau kita katakan hal itu?
Apakah Allah ridho kalau kita melakukannya?

Sadarilah wahai sobat muslim, saat ini kita memang sedang menjadi sasaran utama program-program westernisasi, mulai gaya hidup, bersikap, pola pikir bahkan
masalah berkeyakinan pun mereka mencobamempengaruhi kita. So.. mari kita koreksi lagi
bagaimana sikap dan pemikiran kita sebagai
muslim selama ini, jangan sampai kita terombang-
ambing oleh ombak-ombak yang tidak
kita sadari ini.

Semoga Allah SWT senantiasa menuntun
langkah kita untuk selalu lurus mengikuti
ajaran-Nya.amiin.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Popular Post

Bener As - Shofwah

Bener As - Shofwah

At-Taqwa

At-Taqwa

Buletin Al ijtihadiy

Buletin Al ijtihadiy

Categories

Majlis Ta'lim Wal Maulid Al - Shofwah. Diberdayakan oleh Blogger.

Tags

Followers

- Copyright © Asshofwah -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -